Kamis, 27 Januari 2011

Research Kompos

KOMPOS BERBASIS LIMBAH KAKAO YANG BERFUNGSI GANDA
By: AM
Pernahkah anda mendengar tentang kompos?.  Ya, kompos adalah bahan-bahan organik yang telah mengalami proses dekomposisi melalui proses fermentasi tertentu. Bahan organik tersebut bisa berasal dari sampah-sampah rumah tangga berupa sisa-sisa makanan, bahan hijauan berupa sayuran, daun-daun, dan ranting-ranting kayu hasil pangkasan.
Seiring dengan adanya rencana PT MSI untuk melakukan project sertifikasi lahan kakao sekitar 1000 ha yang di pusatkan di Noling,  di mana salah satu persyaratan untuk sertifikasi adalah tidak adanya penggunaan senyawa kimia secara berlebihan, baik dalam bentuk pupuk maupun dalam bentuk pestisida.
Ketika petani dilarang atau dibatasi menggunakan senyawa kimia, tentunya harus ada alternative yang dapat direkomendasikan yang dapat menggantikan senyawa kimia tersebut.
Kompos yang berbasis limbah kakao yang ramah lingkungan merupakan salah satu alternative pilihan yang dapat diterapkan untuk mencapai model jaringan pertanian lestari (Sustainable Agriculture Network_SAN).  Misi pertanian lestari itu sendiri adalah mempromosikan pertanian yang efesien, mengkonservasi keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat dengan penyusunan standar sosial dan lingkungan.
Melihat banyaknya bahan-bahan buangan kebun seperti pod buah, sisa-sisa pangkasan kebun, buangan pulp dari hasil pengolahan biji basah yang dapat digunakan sebagai bahan baku kompos, mendorong  Departement R&D  PT MSI juga aktif melakukan penelitian-penelitian mengenai kompos.  
Untuk mendukung gerakan sertifikasi lahan kakao oleh Badansertifikasi Rainforest Alliance, maka Departement R&D saat ini sedang melakukan trial yang merupakan kolaborasi dengan Institut Technologi Bandung untuk pengembangan kompos berbasis limbah kakao yang bisa berfungsi ganda.  Selain berfungsi sebagai pupuk, kompos ini juga bisa berfungsi sebagai agen pengendali hayati (biosida) khususnya penyebab penyakit busuk buah (Phytopthora palmivora), yang banyak menyerang tanaman kakao.
Pada penelitian ini menggunakan empat jenis mikroorganisme yang akan menggantikan fungsi EM-4 sebagai pengurai atau dekomposer. Keempat mikroorganisme tersebut adalah :
1.       Aspergillus niger. Jamur aspergillus niger merupakan jamur yang berpotensi kuat sebagai agen pelarut Fosfat dan kalium. Jamur ini terbukti dapat melarutkan fosfat dari sumber-sumber yang sukar larut. Berdasarkan hasil penelitian, pelarut fosfat  oleh Aspergillus disebabkan kemanpuannya menghasilkan asam-asam organic seperti asam sitrat, glukonat, suksinat, fumarat, malat dan oksalat. Fosfat dan kalium yang larut dapat langsung diserap oleh tanaman.  Mekanisme Kerja : Jamur ini mensekresikan asam organik, yang mana asam organic yang disekresikan digunakan untuk melarutkan fosfat dan kalium di tanah, meski sukar sekalipun.

2.       Trichoderma sp. Trichoderma sp  adalah cendawan yang terdapat disemua tanah dan  diketahui sebagai cendawan yang manpu menguraikan lignin selulose yang terdapat dikulit kakao. Jamur ini banyak dikembangkan sebagai agen biokontrol (agen pengendali hayati), dimana perperan melawan penyakit jamur tanaman khususnya pada akar tanaman sehingga dapat mencegah busuk akar. Jamur Trichoderma ini adalah jamur yang menguntungkan karena berkumpul pada daerah perakaran inang atau tempat yang baik untuk meningkatkan penyerapan unsur hara sehingga tanaman menjadi lebih subur dan melindungi dari serangan penyakit akar. Selain itu juga jamur ini berfungsi untuk mencegah penyakit  Phytopthora  atau black pod/busuk buah. Mekanisne kerja  : Cendawan ini mensekresikan anti phytopthora ke lingkungan sekitar,  sehingga jamur Phytopthora yang ada di sekeliling/sekitar akan terhambat pertumbuhannya atau dengan kata lain  wilayah jamur Phytopthora akan dikuasai oleh Trichoderma.

3.       Schizosaccharomyces . Ragi ini merupakan ragi yang dikembangkan sebagai agen biokontrol (agen pengendali hayati) khususnya sebagai biofungisida. Ragi    Ini juga berperan mencegah busuk buah atau melindungi buah dari serangan penyakit buah serta dapat berfungsi sebagai fitohormon.
 Mekanisme Kerja : Schizoccharomyces, mensekresikan fitohormon yaitu auksin. Hormon ini diserap tanaman kemudian dapat merangsang   Pertumbuhan pucuk dan dapat juga berfungsi sebagai biopestisida.

4.       Azetobacter crococcum. Bakteri jenis  ini berfungsi untuk menfiksasi nitrogen yang tersedia di alam dan menjadikannya  ke dalam bentuk yang bisa diserap oleh tanaman. Mekanisme Kerja : Gas nitrogen yang ada di udara di tangkap oleh enzim nitrogenase kemudian terjadi pemecahan ikatan rangkap 3 pada gas nitrogen menjadi bentuk asam amino. Selanjutnya sebagian asam amino digunakan oleh Azetobacter sebagai bahan penyusun protein dan enzim. Sebagian asam amino disekresikan dalam ammonia sehingga mudah diserap oleh tanaman.  

Semoga trial ini bisa berhasil. Amin.


1 komentar:

  1. How to win at casino - Dr.MCD
    As I walk 거제 출장샵 around I know this 파주 출장샵 is not an easy or easy task. You may be 제주 출장샵 just trying to make a 대구광역 출장안마 few real money bets 나주 출장안마 on a football game without

    BalasHapus